Dunia maya yang tanpa batas menyimpan bahaya, utamanya buat anak-anak dan remaja. Untuk melindungi anak dari bahaya dunia maya, perlu keterbukaan komunikasi antara orang tua dan anak.
Terdengar klise memang. Namun, sebenarnya itulah kuncinya.
Seperti apa yang dituturkan psikolog anak. "Sebetulnya anak harus diperkenalkan, apa sih bahayanya internet. Tekniknya apa, tetap saja yang paling penting komunikasi orang tua dengan anak. Bagaimana membuat anak nyaman di rumah, membuat hubungan dengan ortu baik," ujar psikolog anak dari Yayasan Kita dan Buah Hati, Rani I Noe'man.
Hal itu disampaikan Rani saat berbincang dengan detikcom, Senin (8/2/2010).Rani menambahkan bila hubungan anak dengan orang tuanya baik, maka anak akan terbiasa mengobrol dengan orang tuanya dan berbagi rasa tentang baik buruknya sesuatu. "Manusia sebenarnya punya insting, ini baik atau buruk. Dengan insting ini dengan adanya hubungan anak-orang tua, anak bertanya dulu sama orang tuanya. Intinya adalah pengasuhan. Kalau itu terbangun hal-hal seperti itu tak semestinya terjadi," ujar dia.
Sementara menjauhkan anak dari internet dan kemajuan teknologi lainnya, tidak mungkin. Karena anak-anak zaman sekarang memang terlahir dari lingkungan yang serba memakai teknologi. Orang tua, lanjutnya, diimbau sebaiknya jangan menyerahkan pendidikan anaknya pada sekolah. Karena bagaimana pun juga pendidikan anak itu adalah tanggung jawab ibu dan anaknya. Apalagi, anak baru gede (ABG) yang jiwanya masih labil.
"Anak seperti itu biasa mencari identitas diri, ingin diakui merasa jadi anggota dari sebuah kelompok, ingin dianggap seperti orang dewasa. Ada predator di internet, mereka (predator) sudah mempelajari cara orang Indonesia mengasuh anaknya, mereka tahu kekurangannya," tegas Rani.
Memang jaman sekarang ini semua serba teknologi, selayaknya kita orang tua lebih memperhatikan pendidikan kepada anak kita yang memang masih dalam bimbingan orang tua dan jangan hanya berharap pendidikan disekolah saja. Karena banyak sudah kita rasakan efek negatif dari dunia maya (internet) seperti apa yang dikhawatirkan oleh para pemuka agama yang memprotes betapa begitu bebasnya peredaran gambar-gambar mesum dan beberapa situs jejaring sosial yang cenderung digunakan untuk hal-hal negatif .
Belum lagi termasuk ekses kurang baik dalam bentuk kasus-kasus yang menimpa Prita atau Luna Maya dan sekarang sedang hebohnya kasus Percintaan Marietta Nova Triani (14) dengan pacarnya Febriari alias Ari (18) melalui Facebook yang berujung kriminal alias bawa anak orang tanpa ijin orang tuanya. Walau begitu bukan berarti kita harus menghindari dunia maya, atau paling tidak kita harus sependapat apa yang dituturkan psikolog anak, Rani, bahwa orang tua harus banyak berkomunikasi kepada anak hubungannya dengan manfaat dan mudhorotnya dunia maya (internet).
Sumber : Detik.com